Gaya hidup Tallasa Kamase-Masea (simplicity) masyarakat suku Ammatoa Kajang

Main Article Content

Idham Misbah

Abstract

Suku Ammatoa Kajang merupakan salah satu kelompok masyarakat adat yang masih konsisten mempertahankan kebudayaan secara turun temurun dengan berprinsip tallasa kamase-masea, yaitu hiduplah dengan sederhana. Gaya hidup suku Ammatoa Kajang adalah mengandung kesederhanaan (kamase-masea) yang berpedoman pada aturan yang terdapat dalam Pasang ri Kajang, sehingga membentuk persepsi, afeksi, dan attiitude. Tujuan penulian ini adalah untuk memaparkan gambaran implementasi nilai-nilai tallasa kamase-masea (simplicity) masyarakat suku Ammatoa Kajang. Berdasarkan hal tersebut perlu untuk mengambil pembelajaran melalui nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat Ammatoa Kajang di tengah pesatnya globalisasi yang semakin menciptakan gaya hidup yang berlebih-lebihan.

Article Details

How to Cite
Misbah, I. (2020). Gaya hidup Tallasa Kamase-Masea (simplicity) masyarakat suku Ammatoa Kajang. JURNAL SIPATOKKONG BPSDM SULSEL, 1(3), 270-275. Retrieved from http://ojs.bpsdmsulsel.id/index.php/sipatokkong/article/view/63
Section
Articles

References

Afrina, D., & Achiria, S. (tanpa tahun). Rasionalitas muslim terhadap perilaku israf dalam konsumsi perspektif ekonomi islam. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(1). 23-38.

Alam, B. (1998). Skripsi Globalisasi dan Perubahan Budaya: Perspektif Teori Kebudayaan. Jakarta: Universitas Indonesia.

Arman, B. (2015). Mengenal lebih dekat komunitas ammatoa sebagai identitas kearifan lokal: perspektif orang dalam. Sosioreligius, 1(1).

Dewi, M. N., & Samuel, H. (2015). Pengaruh gaya hidup (lifestyle), harga, promosi terhadap pemilihan tempat tujuan wisata (destination) studi kasus pada konsumen artojaya tour & travel surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra, 3(1). 1-13.

Disnawati (2014). Penerapan prinsip hidup kamase-masea masyarakat adat ammatoa kajang, bulukumba sulawesi selatan dalam pengelolaan sumber daya alam. Jurnal Komunikasi Kareba, 8. 83-90.

Hasan, Nur, H. (2019). Patuntung sebagai kepercayaan masyarakat Kajang dalam (ilalang embayya) di Kabupaten Bulukumba. Phinisi Integration Review, 2(2). 185-200. doi: https://doi.org/10.26858/pir.v2i2.9981.

Listyorini, S. (2012). Analisis faktor- faktor gaya hidup dan pengaruhnya terhadap pembelian rumah sehat sederhana. Jurnal Administrasi Bisnis, 1(1). 12-24.

Susanti, E., Auliyah, B. I., & Anggriani, R. (tanpa tahun). Analisis perbandingan pasang rikajang (tallasa kamase-mase) dengan syariat islam. Jurnal Pena, 2(2). ISSN 2355-3766.

Murdiati, C. W. R. (tanpa tahun). Rekonstruksi kearifan lokal sebagai fundasi pembangunan hukum kehutanan yang berkelanjutan: studi terhadap masyarakat adat kajang. Prosiding the 5th Internasional Conference on Indonesian Studies: Ethnicity and Globalization.

Sukmawati, Utaya, S., Susilo, S. (2015). Kearifan lokal masyarakat adat dalam pelestarian hutan sebagai sumber belajar geografi. Jurnal Pendidikan Humaniora, 3(3). 202-208.

Sunaryo. (2002). Psikologi keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Suneki, S. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah. Jurnal Ilmiah CIVIS, 2(1).

Susanti, E., Auliyah, B. I., Anggriani, R. (tanpa tahun). Analisis perbandingan pasang ri kajang (tallasa kamase-mase) dengan syariat islam. Jurnal PENA, 2(2) 387- 397. ISSN 2355-3766.

Wijaya, Sunarti, Pangestuti (2018). Pengaruh gaya hidup dan motivasi terhadap keputusan pembelian (survei pada konsumen starbucks, kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 55(2). 75-83.

Yulianti, Y. & Deliana, Y. Gaya hidup kaitannya dengan keputusan konsumen dalam membeli minuman kopi.